Berbicara
tentang hari Raya Idul Fitri, di kenal dengan Rombongan salah satunya di Desa
Wonosari Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Rombongan merupakan salah satu
kegiatan yang di lakukan masyarakat di mana kegiatan ini adalah kegiatan
Silahturahmi antar tetangga, antar RT atau bahkan antar RW. Di Desa Wonosari,
Rombongan ini sudah di lakukan sejak tahun 1970-an. Rombongan ini di lakukan
bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar warga.
Rombongan biasa di lakukan mulai
dari Hari Lebaran pertama sampai hari Lebaran ketiga. Pada lebaran pertama di
lakukan sekitar 1 atau 2 jam setelah pulang dari Sholat Hari Raya Idul Fitri
mereka berkumpul di salah satu Masjid yang ada di Wonosari Tengah. Ada yang
unik dari Rombongan khususnya yang di lakukan oleh Masyarakat Desa Wonosari
Tengah. Kalau pada tahun 1970-an di setiap
rumah warga akan di hidupkan petasan yang tujuannya sebagai tanda bahwa para
rombongan sedang sampai pada rumah warga itu dan sambil memeriahkan Hari Raya
Idul Fitri, petasan yang di gunakan bukanlah petasan biasa namun petasan yang
panjang atau biasa di sebut dengan Petasan Renceng, namun sekarang tidak
menggunakan petasan lagi karena selain Petasan Renceng sudah sangat jarang di
jumpai di daerah Bengkalis, Petasan Renceng itu juga berbahaya.
Rombongan laki-laki dan perempuan
itu di laksanakan pada hari yang sama, namun waktunya saja yang berbeda.
Rombongan laki-laki akan terlebih dahulu masuk ke rumah warga, dan setelah
Rombongan laki-laki keluar dari rumah itu barulah Rombongan perempuan akan
masuk ke rumah itu.
Rombongan di lakukan dari rumah satu
ke rumah lainnya secara berurutan dan teratur dan sebelum rombongan di mulai
biasanya sudah di beritahu dahulu lokasi-lokasi atau perbatasan-perbatasan
rumah tanda di mulai atau berakhirannya rombongan. Di Wonosari Tengah di kenal
dengan Wonosari Tengah bagian darat, bagian tengah dan bagian laut.
Jika misalnya pada Hari itu
Rombongan itu di mulai pada Wonosari Tengah bagian darat, maka orang yang ada
di Wonosari Tengah di bagian laut dan di bagian tengah akan datang atau
Rombongan ke Wonosari Tengah bagi darat, dan orang yang tinggal di Wonosari
Tengah bagian darat akan tidak ikut Rombongan pada hari itu karena mereka harus
mempersiapkan berbagai macam masakan atau hidangan untuk jamuan Rombongan yang
akan datang. Jika orang di Wonosari Tengah bagian darat rumahnya akan di masuki
Rombongan pada pagi hari atau sebelum waktu istirahat siang hari, maka orang
Wonosari Tengah bagian darat itu boleh mengikuti Rombongan lagi setelah selesai
istirahat siang hari.
Jika
misalnya pada Hari itu Rombongan itu di mulai pada Wonosari Tengah bagian laut,
maka orang yang ada di Wonosari Tengah di bagian darat dan di bagian tengah
akan datang atau Rombongan ke Wonosari Tengah bagian laut, dan orang yang
tinggal di Wonosari Tengah bagian laut akan tidak ikut Rombongan pada hari itu
karena mereka harus mempersiapkan berbagai macam masakan atau hidangan untuk
jamuan Rombongan yang akan datang. Jika orang di Wonosari Tengah bagian laut
rumahnya akan di masuki Rombongan pada pagi hari atau sebelum waktu istirahat
siang hari, maka orang Wonosari Tengah bagian laut itu boleh mengikuti
Rombongan lagi setelah selesai istirahat siang hari.
Jika misalnya pada Hari itu
Rombongan itu di mulai pada Wonosari Tengah bagian tengah, maka orang yang ada
di Wonosari Tengah di bagian laut dan di bagian darat akan datang atau
Rombongan ke Wonosari Tengah bagian tengah, dan orang yang tinggal di Wonosari
Tengah bagian tengah akan tidak ikut Rombongan pada hari itu karena mereka
harus mempersiapkan berbagai macam masakan atau hidangan untuk jamuan Rombongan
yang akan datang. Jika orang di Wonosari Tengah bagian tengah rumahnya akan di
masuki Rombongan pada pagi hari atau sebelum waktu istirahat siang hari, maka
orang Wonosari Tengah bagian tengah itu boleh mengikuti Rombongan lagi setelah
selesai istirahat siang hari.
Begitulah rombongan yang dilakukan
oleh masyarakat di Desa Wonosari Tengah. Meskipun Rombongan sudah ada sejak
tahun 1970-an, namun hingga kini Rombongan itu masih tetap ada.